" />

AGRIBISNIS

Awal Sukses Masa Depan Anda

@

BUDIDAYA BEACH CHERRY Manis di lidah, cantik pula menjadi tabulampot

Posted on October 11, 2013 at 11:45 PM

Beberapa tahun terakhir, tanaman buah dalam pot (tabulampot) menjadi tren di kalangan pecinta tanaman di tanah air. Salah satu yang banyak dilirik sebagai tanaman buah dalam pot (tabulampot), yakni beach cherry. Tanaman asal Australia ini dibawa ke Indonesia sejak 1996. Namun, baru mulai populer dalam 10 tahun terakhir. Pembudidayaannya mudah dan cukup menguntungkan.

 

Salah seorang pembudidaya tanaman bernama latin Eugenia reinwardtiana ini adalah Parta Suhanda. Pemilik Angel Nursery ini mulai membudidayakan beach cherry sejak tahun 2008 di Bogor, Jawa Barat.

 

Menurutnya, meski berasal dari Australia, beach cherry gampang tumbuh di Indonesia. "Tanaman ini berasal dari Australia bagian utara yang udaranya tropis, jadi kalau ditanam di Indonesia, tanaman ini tidak butuh waktu lama untuk beradaptasi," paparnya.

 

Awalnya, Parta menanam dari biji beach cherry. Kini, dalam sebulan, ia bisa menjual hampir seratus bibit beach cherry. Ia mengaku sudah menjual bibit tanaman ini ke seluruh pelosok Indonesia, kecuali Papua.

 

Satu bibit yang belum berbuah dibanderol seharga Rp 50.000. Sementara, harga pohon yang sudah berbuah, minimal Rp 125.000. Wajar saja kalau ia bisa mengantongi omzet belasan juta rupiah tiap bulan.

 

Namun, Parta bilang, selama ini, buah beach cherry belum dijual secara komersial. Padahal buahnya sangat manis, tidak seperti kerabatnya, barbados cherry yang agak masam.

 

Potensi beach cherry untuk dijadikan tanaman kebun juga sangat terbuka. Pasalnya, selain untuk dikonsumsi langsung atau dibuat jus, buah ini bisa jadi penguat rasa permen, karena rasanya manis.

 

Rana Wijaya, pembudidaya beach cherry di Bogor bilang, tanaman ini bagus dijadikan tabulampot, lantaran berupa perdu yang saat berbuah sangat rimbun dengan warna merah menyala. "Tanaman ini bisa berbuah terus menerus sepanjang tahun, jika dirawat dengan benar," ungkapnya.

 

Pria yang akrab disapa Rana ini membudidayakan tanaman beach cherry sejak 2011 di lahan seluas 5.000 meter persegi. Awalnya, bibit tanaman berupa hasil cangkok induk berasal dari petani di Malang. Dari induk itulah ia berhasil memperbanyak menjadi ratusan bibit.

 

Ia menjual satu bibit beach cherry sekitar Rp 75.000. Dalam sehari, ia bisa melepas satu hingga dua bibit. Namun, tak jarang, ada pula yang memesan dalam jumlah puluhan. Permintaan cukup bagus, lantaran Rana rajin berpromosi lewat internet.

 

Menurut Rana, pesanan paling banyak masih datang dari sekitar Pulau Jawa. Meski tidak pasti, namun ia bilang, setidaknya bisa meraup omzet Rp 11 juta sebulan. Keuntungannya mencapai 65%. 

Beach cherry merupakan jenis tanaman buah yang dapat dijadikan tanaman buah dalam pot (tabulampot). Sebagai tabulampot, beach cherry dapat mempercantik pekarangan rumah. Bukan saja berfungsi sebagai tanaman hias, buah beach cherry juga bisa diolah menjadi minuman jus. Karena berbagai kelebihannya itu, banyak orang tertarik membudidayakan tanaman jenis ini.

 

Ada sejumlah hal yang perlu diketahui untuk melakukan budidaya tanaman ini. Pertama-tama tentu saja mengenai bibitnya. Parta Suhanda, salah seorang pembudidaya beach cherry di Bogor, Jawa Barat mengatakan, beach cherry bisa dikembangkan dari biji.

 

Setelah biji disemai, dalam waktu satu hingga dua minggu akan keluar tunas. "Setelah usia bibit mencapai satu hingga dua bulan bisa dipindah ke polybag," ujarnya.

 

Bibit harus diberi pupuk kandang. Ketika ukurannya sudah mencapai 30 centimeter (cm), tanaman sudah bisa dipindahkan ke dalam pot. Butuh waktu dua hingga tiga tahun tanaman ini bisa berbuah. "Ketika ukuran 50 cm, beach cherry sudah berbuah dan tanaman ini panen sepanjang tahun, selalu ada buahnya," katanya.

 

Karena ditanam di dalam pot, beach cherry tidak butuh lahan luas. Misalnya, untuk 100 pohon beach cherry, Parta hanya butuh lahan 10 meter. Namun, tanaman ini harus disiram setiap hari. Bahkan, semakin sering disiram hasilnya lebih bagus.

 

Rana, pembudidaya lainnya mengatakan, budidaya beach cherry tidak cukup diberikan pupuk kandang sebagai sumber nutrisi. Menurutnya, untuk mendapatkan hasil yang maksimal diperlukan pupuk kimia NPK, yaitu pupuk buatan yang mengandung unsur hara utama nitrogen, fosfor dan kalium. "Itu paling umum dalam perawatannya, untuk tanah apapun bisa," ungkapnya.

 

Selain itu, pemberian pupuk sekam ayam juga harus rutin dilakukan selama jangka waktu tiga bulan. Itu dilakukan agar tanaman beach cherry tidak mudah terserang penyakit. "Harga satu karung pupuk cuma Rp 5.000, pemakaian pupuk intensif selama tiga bulan, selebihnya disemprot pakai pestisida," katanya.

 

Selain lewat biji, tanaman ini juga bisa diperbanyak dengan teknik sambung susu. Rana bilang, tanaman yang dikembangkan dari biji lebih lama berbuah. "Baru buah saat berumur dua tahun bahkan lebih," ujarnya.

 

Sedangkan dengan sambung susu sudah berbuah dalam waktu 2,5 bulan. Teknik ini menggunakan batang bawah yang berasal dari biji beach cherry. Batang bawah itu disayat dengan diameter 3 cm-4 cm.

 

Setelah dilakukan sambung susu, tarus tanaman ditempat yang teduh kurang lebih dua minggu dengan mengganti pot yang lebih besar. (Selesai) http://www.kontan.co.id


Categories: None

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

1 Comment

Reply Putrie
2:38 AM on January 6, 2014 
saya ingin bibit untuk ditanam dalam pot (tabulampot), alamatnya dimana?