" />

AGRIBISNIS

Awal Sukses Masa Depan Anda

@

TREN BARU PERTANIAN

Posted on June 10, 2012 at 4:45 AM

Dua bulan lalu terjadi pertemuan dengan seorang petani-pengusaha. Petani-pengusaha yang masih muda ini melihat peluang bisnis di sektor pertanian, terutama usaha tani padi yang sangat menjanjikan.

Saat banyak anak muda meniggalkan sawah, dia justru kembali ke sawah. Dia memang tidak punya sawah sendiri. Kalaupun ada, luasnya kurang dari 0,5 hektar warisan orangtuanya.

Pendekatan baru dia lakukan. Tidak tanggung-tanggung, dia menyewa 24 hektar sawah di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Dia meminjam uang dari bank Rp 1 milyar. Dari uang itu, Rp 500 juta dipakai untuk investasi mesin penggilingan dengan lantai jemur. Sebesar Rp 300 juta untuk sewa lahan dan modal budidaya. Selebihnya untuk modal menebas gabah petani.

Perhitungan bisnisnya sederhana. Produksi padi tiap hektar sawahnya ditargetkan 6 ton gabah kering giling (GKG). Setahun, dia paksa menanam padi tiga kali. Dengan begitu, produksi per hektarnya 18 ton GKG.

Karena mesin penggilingannnya baru dan modern, rendemen gabah ke beras bisa 65 persen. Dengan kata lain, untuk 18 ton GKG bisa diolah menjadi 11,7 ton beras. Dari jumlah itu, dia targetkan memproduksi beras premium 60 persen dan sisanya medium. Dengan harga beras rata-rata Rp 7.000 per kg, untuk 11,7 ton akan menghasilkan uang Rp 81,9 juta.

Karena dia mengusahakan lahan 24 hektar, pendapatan kotor setahun Rp 1,9 milyar. Dengan memperhitungkan biaya produksi maksimal 40 persen, keuntungan bersih masih di atas Rp 1 milyar. Belum lagi mesin penggilingannya masih menghasilkan katul yang dijual Rp 2.000 per kg. Juga pendapatan dari jasa penggilingan dan pengolahan gabah hasil tebasan petani.

Dia sedang merencanakan memasok langsung beras kualitas premium ke pasar modern. Kalau itu bisa dilakukan, pendapatannya akan naik tajam. Bisnis memang ada risiko, termasuk kalo gagal panen. Namun dia tidak mau berpikir gagal.

Usaha tani padi sekarang mengalami pergeseran. Anak-anak muda berpikiran bisnis mulai masuk ke sawah, tetapi mereka tidak datang sebagai buruh tani.

Pendekatan usaha tani padi disingkirkan jauh-jauh. Mereka murni berbisnis. Budidaya padi dan pengolahan gabah adalah lahannya. Apalagi, pasar dan harga beras terus naik. Konsumsi beras premium juga meningkat tiap tahun.

Mantan Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Siswono Yudo Husodo menengarai tren perubahan usaha tani padi ini. Siswono dalam rapat kerja Komisi IV DPR dengan Kementerian Pertanian menyatakan, pola usaha yang sama sudah berjalan pada tanaman tebu dan hortikultura. Sekarang merambah ke padi.

Kondisi ini salah satunya yang bisa menjelaskan mengapa luas pengusahaan pertanian naik dari 0,3 hektar menjadi 0,6 hektar. Di sisi lain, luas kepemilikan sawah lahan justru menyusut.

Apa yang melatarbelakangi anak-anak muda terjun ke sawah? Mereka sadar, kalau dikelola dengan baik, menjadi petani juga bisa kaya. Mereka belajar dari orangtua mereka. Bertani padi tidak akan mendatangkan kesejahteraan kalau dikelola dengan pendekatan usaha tani.

Di tangan petani-pengusaha generasi muda ini, tanpa disuruh, produktvitas padi akan digenjot setinggi-tingginya. Prinsip-prinsip ekonomi pasar juga mereka kembangkan secara maksimal untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya.

SELAMAT DATANG ANAK-ANAK MUDA!!

(KOMPAS Jum'at 8 Juni 2012 hal 17)


Categories: None

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

8 Comments

Reply dwi sutomo
1:48 AM on June 15, 2013 
semoga Indonesia ke depan dihuni oleh pengusaha-pengusaha seperti sekarang ini
Reply moesly
3:42 AM on May 24, 2013 
Suatu perubahan yang harus diketahui oleh para calon sarjana pertanian.
Tapi yang saya ingin tanyakan bagaimana melakukan pendekatan kepada para petani jika harus menyewa sawah yang menjadi ujung tombak mata pencarian mereka dan dengan siapa saja harus bekerjasama ???
terima kasih . . .
wassalam . . .
Reply Wardoni
12:30 PM on May 2, 2013 
Harus mulai darimana ????
hal yang masih terasa sulit adalah berusaha tani dengan modal yang besar, apalagi seperti saudara yang mulai dengan modal 1 milyar...
minjam modal di bank juga harus punya jaminan, sedang saya tak punya apa2 untuk dijadikan jaminan...


semoga saja pertanian di Indonesia bisa lebih berkembang dan maju, dan juga keluarga petani bisa menikmati kesejahteraan...
Reply wiwit
9:09 AM on March 20, 2013 
gimana caranya memelihara tanaman padi dr awal sampai panen biar hasil bagus?
Reply dedesumantri
7:09 AM on March 10, 2013 
hadir sbagai anak muda yang terpanggil
Reply asifa
11:51 PM on March 5, 2013 
saat ini sedang gencar2nya petani menggunakan pupuk organik dan hayati sebagai peningkatan mutu produktivitas lahan sawah. saya ada pupuk hayati "feng shou" per-liter 100.000.
Reply warmas
10:33 AM on March 4, 2013 
yap, mantap tuh usaha sawah,, setuju kalo anak muda pada usaha sawah, supaya produksi beras di indonesia meningkat dan tidak usah MENGIMPORT lagi. sukur2 kita bisa mengekspor beras dgan kualitas yang bagus, :)
Reply efendy nmana
3:58 AM on December 30, 2012 
Kami menyediakan pupuk hayati cair berkualitas "Primanu".Foto Demfarm bisa dilihat di blog OKSIGEN PERTANIAN.Trims

KAMPUS KEBANGSAAN


PENGUNJUNG

 Website counter





JURNAL AGROS

Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian "AGROS" merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Penerbit Fakultas Pertanian. Untuk melihat lebih lengkap, silahkan klik gambar atau klik di sini)



No recent videos

Upcoming Events

No upcoming events