" />

AGRIBISNIS

Awal Sukses Masa Depan Anda

@

Lele piton tidak memakan investasi besar

Posted on January 21, 2012 at 10:40 AM

Ikan lele piton mungkin belum begitu akrab di telinga Anda. Tapi ternyata, ketimbang lele dumbo atau sangkuriang, rasa daging ikan berkumis jenis ini lebih enak. Budidaya lele piton bertubuh bongsor ini juga lebih mudah dan menguntungkan.

 

Sesuai dengan namanya, lele piton berbadan besar seperti ular piton. Ikan berkumis ini memiliki kulit berwarna lebih gelap, licin, serta lebih gesit dibandingkan dengan jenis lele lainnya, seperti lele dumbo dan lele sangkuriang.

 

Bentuk tubuh lele piton juga berbeda dengan lele jenis lain. Ikan berpatil ini memiliki punggung yang lebih tinggi, sirip atas dan bawah yang besar, dan ekor yang panjang. Kepala lele ini juga mirip dengan kepala ular piton. "Dijuluki piton, juga karena sifat ikannya kanibal, jika telat sedikit saja diberi makan, apa pun akan dimangsa," ungkap Ludvi Dwipayono, pembudidaya lele piton di Bekasi.

 

Ludvi tertarik membudidayakan lele piton lantaran pemeliharaannya relatif lebih mudah. Selain itu, rasa daging ikan bernama latin Clarias batrachus ini juga lebih enak dan gurih ketimbang lele jenis lainnya. Itu sebabnya, harga jualnya tinggi.

 

Sudah empat tahun Ludvi membudidayakan lele piton. Sejauh ini, ia belum menemui banyak kendala berarti. "Yang paling penting dalam budidaya lele piton adalah diberi makan tiga kali sehari," katanya.

 

Budidaya lele piton juga lebih menguntungkan karena tingkat kegagalannya kecil. Hanya, Ludvi mengatakan, perlu ketelitian dalam mencari bibit, penetasan hingga pembesaran. Apalagi, lele piton lebih peka terhadap kondisi alam termasuk goncangan dalam air. Karena itu, Ludvi menganjurkan agar kolam budidaya berada jauh dari laut dan memiliki kedalaman maksimal 1 meter.

 

Lantaran lele piton mudah pusing jika berada di tempat yang panas, selain makanan, yang juga harus menjadi perhatian adalah temperatur udara sekitar kolam budidaya. Suhu udara tidak boleh terlalu panas atau terlalu dingin, mesti di kisaran 28 derajat Celcius.

 

Kadar zat besi dalam air kolam budidaya juga harus dijaga jangan terlalu tinggi. "Tidak perlu diberi vaksin, antibiotik, dan vitamin. Cukup daun pepaya saja," ujar Ludvi. Daun pepaya, menurutnya, sangat bagus sebagai pengganti antiobiotik dan menjadikan daya tahan ikan lele piton semakin besar.

 

Selama ini, Ludvi hanya menggunakan bahan-bahan alami untuk budidaya ikan lele piton. Dengan hanya memberikan bahan makanan alami, lele piton hasil budidayanya memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan yang diberi asupan bahan kimia. Secara fisik, lele piton yang mendapat perlakuan dan makanan alami lebih bongsor. Dari rasa juga berbeda karena memiliki tekstur daging yang lebih empuk.

 

Ashari, pembudidaya lele piton di Cirebon, Jawa Barat menambahkan, ancaman terbesar lele piton adalah serangan penyakit. Penyakit akan mudah menyebar jika air dalam kolam mengandung bakteri. "Untuk itu, kebersihan kolam harus terus terjaga," pintanya.

 

Sebelum kolam diisi air, Ashari menyarankan, harus dipastikan terlebih dahulu, terpal sebagai alas kolam dalam keadaan bersih. Untuk menjaga kebersihan, kolam budidaya harus ditaburi kaporit. "Tunggu sehari, setelah itu buang air yang mengandung kaporit dan masukkan air baru dan segenggam garam," katanya. Setengah jam kemudian, ia melanjutkan, baru bibit lele phyton bisa dilepas.

 

Ansari mengungkapkan, di musim hujan, nafsu makan lele piton akan turun. Nah, ini bisa membuat ikan mati. Itu sebabnya, Ashari harus mencampur pelet dengan madu, susu, atau gula untuk meningkatkan protein. Atau, "Bisa juga dengan memberi obat probiotik booster," kata dia.

 

Hanya butuh waktu dua bulan budidaya untuk memanen lele piton siap konsumsi. Sekali panen, keuntungan bersih yang masuk kantong bisa sampai

Rp 50 juta. Daging ikan berkumis ini juga dapat diolah menjadi kerupuk dan abon.

 

Lele piton tidak hanya gampang dipelihara. Modal membudidayakan ikan berkumis dengan badan bongsor terebut juga tak besar-besar amat, kok. "Tidak banyak dana yang diperlukan untuk memulai bisnis lele piton," ungkap Ludvi Dwipayono, pembudidaya lele piton di daerah Bekasi, Jawa Barat.

 

Empat tahun lalu, Ludvi memulai usaha budidaya ikan hasil persilangan lele dumbo dan lele thailand ini dengan modal sebesar Rp 1 juta. Uang itu untuk ongkos pembuatan kolam budidaya dan pembelian sekitar 500 bibit lele piton.

 

Harga bibit lele piton sangat terjangkau. Ashari Ramadhan, pembudidaya lele piton di Cirebon, Jawa Barat, mengatakan, harga bibit ikan bernama latin Clarias batrachus ukuran 3-5 cm Rp 125 per ekor. Sedang, untuk ukuran 7-8 cm harganya Rp 150 seekor dan ukuran 9-10 cm seharga Rp 175 per ekor. Dengan catatan, minimal pembelian sebanyak Rp 500.000.

 

Adapun harga induk lele piton, yang terdiri dari dua pejantan dan tiga ekor betina seberat masing-masing seberat 1 kg, sekitar Rp 800.000. Kelebihan membeli induk lele piton, mereka mampu menghasilkan telur dalam jumlah yang banyak.

 

Ashari bahkan menjamin telur yang dihasilkan bisa mencapai 100.000 sekali bertelur. Itu sebabnya, "Permintaan masyarakat selama ini masih didominasi oleh induk ketimbang bibit untuk dibesarkan hingga siap konsumsi," katanya.

 

Biasanya, Ashari mengungkapkan, bibit lele piton dipanen ketika panjangnya sudah mencapai 7 cm hingga 10 cm. Waktu budidaya dari telur hingga bibit tersebut antara dua sampai tiga minggu.

 

Adapun panen lele piton hingga siap konsumsi, menurut Ashari, butuh waktu budidaya selama dua bulan. Satu kolam milik Ashari bisa menampung sekitar 60.000 bibit lele piton.

 

Dari budidaya lele piton, Ashari bisa meraih omzet hingga Rp 80 juta setiap kali panen dalam tempo dua hingga tiga bulan. "Laba bersihnya bisa sampai Rp 50 juta tiap kali panen," ujarnya sumringah.

 

Untuk mendapatkan panen lele piton siap konsumsi yang maksimal, menurut Ludvi, saat menabur bibit, kebersihan air dan kolam harus terjaga dengan kadar keasaman air (pH) yang tinggi. "Habitat yang paling bagus untuk lele piton adalah kolam tanah," saran dia.

 

Untuk urusan pakan, lele piton cukup diberi pelet tiga kali sehari dengan waktu pemberian: pagi, sore, dan malam. Kalau ingin lele bertubuh makin bongsor, pelet bisa diberi campuran ampas tahu atau ikan yang telah ditumbuk halus. "Ini untuk menambah protein dalam tubuh ikan," kata Ludvi.

 

Dengan hanya menggunakan bahan-bahan alami, Ludvi bilang, lele piton memiliki nilai jual lebih tinggi dibandingkan yang diberi asupan bahan kimia. Rasanya juga berbeda, karena memiliki tekstur daging yang lebih empuk.

 

Selain ke pasar, Ludvi juga menjual lele piton hasil budidayanya ke warung-warung makan yang menyajikan menu pecel lele. Lele piton banyak dipilih, lantaran ukurannya yang lebih besar serta dagingnya yang lebih gurih.

 

Setiap harinya, Ludvi memasok 10 kg ke warung pecel lele. Tapi, ia berencana juga mengolah daging lele piton menjadi kerupuk dan abon.

 

(Selesai)

http://www.kontan.co.id


Categories: None

Post a Comment

Oops!

Oops, you forgot something.

Oops!

The words you entered did not match the given text. Please try again.

Already a member? Sign In

1 Comment

Reply abu fakhry
2:11 AM on February 7, 2013 
pak Ludvi tinggal dimana? sekalian No. HPnya pak karena saya lagi mencari Lele dengan kuntitas banyak pak..makasih

PENGUNJUNG






KAMPUS KEBANGSAAN


JURNAL AGROS

Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian "AGROS" merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Penerbit Fakultas Pertanian. Untuk melihat lebih lengkap, silahkan klik gambar atau klik di sini)



No recent videos

Upcoming Events

No upcoming events